WISATA BALI TANAH LOT

 dsc06229xe0.jpg

Terletak di desa Beraban atau 13 km sebelah barat Tabanan, Pura Tanah Lot hampir selalu ditawarkan oleh setiap pemandu wisata di Bali untuk dikunjungi. Tempat yang asik tuk memotret sunset ini (sambil duduk2 dan minum kelapa muda) memiliki keunikan antara lain lokasi pura yang berada diatas bukit batu besar pinggir laut. pada saat air surut dan tingginya tidak lebih dari selutut, kita masih bs nyebrang menuju tempat itu.

Pura tanah lot bali, mungkin salah satu nama yang tak asing bagi saudara dan mungkin juga sudah beberapa kali berkunjung ke obyek ini. Tanggal 1/9/07 siang, saya menggantar tamu dari jogja, Tanah lot terlihat agak sepi mungkin karena bukan musim liburan , cuaca sedikit puanas dan sangat cerah, tapi pas untuk menyaksikan sunset…..

Setelah berkunjung  sekali atau mungkin beberapa kali ke Tanah Lot yang terkenal ini sambil  menikmati sunset, tahu kah anda sejarah dari tanah lot? Untuk anda akan saya ceritakan sedikit tentang pura tanah lot untuk menambah wawasan,

Pada masa kerajaan majapahit tersebutlah seorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwijendra atau Dang hyang Nirarta. Beliau dekenal dalam penyebaran ajaraan agama hindhu dengan nama “Dharma Yatra”, di lombok beliau dikenal disebut “Tuan Semeru” atau guru dari semeru sebuah nama gunung di Jawa Timur. Pada waktu beliau datang ke Bali untuk menjalankan misinya yang berkuasa di Bali pada saat itu adalah Raja Dalem Waturenggong yang menyambut beliau dengan sangat hormat. Beliau menyebarkan agama sampai ke pelosaok-pelosak pulau Bali, disebutkan saat beliau menjalankan “Dharma Yatra” di Rambut Siwi, beliau melihat sinar suci dari arah tenggara dan mengikuti sampai pada sumbernya yang ternyata adalah sebuah sumber mata air. Tidak jauh dari tempat mata air itu beliau menemukan sebuah tempat yang sangat indah yang disebut “gili beo” (gili artinya batu karang , Beo artinya burung) jadi itu adalah sebuah batukarang yang berbentuk burung. Ditempat inilah beliau melakukan meditasi dan melakukan pemujaan terhadap Dewa pengguasa laut. Lokasi tempat batukarang ini termasuk dalam daerah desa beraban, dan beliau mulai menyebarkan ajarannya kepada penduduk desa beraban, dimana didesa tersebut dikepalai oleh seorang pemimpin suci yang disebut”Bendesa Beraban Sakti”. Sebelumnya masyarakat desanya beraban menganut ajaran momotheisme dalam waktu singkat banyak masyarakat beraban mengikuti ajaran Dang Hyang Nirarta yang kemudian membuat bendesa beraban sangat marah dan mengajak pengikutnya yang masih setia untuk mengusir bhagawan suci ini. Dengan kekuatan sepiritual yang dimiliki, Dang Hyang Nirarta melindungi diri dari serangan bendesa beraban dengan memindahkan batukarang besar tempat beliau bermeditasi ke tengah lautan dan menciptakan banyak ular dengan selendangnya di sekitar batu karang sebagai pelindung dan penjaga tempat tersebut. Kemudian beliau memberi nama ” Tengah Lot” yang berarti Tanah di tengah Laut. Akhirnya bendesa beraban mengakui kesaktian dan kekuatan spiritual dari Danghyang Nirarta, dan menjadi pengikut setia dan ikut menyebarkan ajaran itu kepada penduduk setempat. Sebagai tanda terima kasih sebelum melanjutkan perjalanan beliau memberikan sebuah keris suci yang dikenal dengan nama ” Jaramenara/ Ki Baru Gajah” kepada Bendesa Beraban. Saat ini keris itu disimpan di Puri Kediri yang sangat dikeramatkan dan diupacarai setiap hari raya kuningan. Upacara di Pura tanah lot setiap 210 hari sekali yakni pada”Buda Wage Langkir” sesuai dengan penanggalan kalender Bali. Salam Damai dari Bali.

Obyek Wisata Tanah Lot yang berlokasi di daerah tabanan mencatat rekor tertinggi kunjungan wisata dalam sejarah ke pariwisataan di Bali. Pada H+3, hari lebaran tahun 2007, tercatat 12 ribu wisatawan domestik dan asing. H+2 tercatat 11 ribu wisatawan,”ini rekor tertinggi kunjungan wisatwan dari tahun-tahun sebelumnya,” Kata kepala operasional pengelola obyek wisata Tanah lot, I Made Sujana, menurutnya pada hari biasa kunjungan hanya berkisar 1500-2000 orang wisatwan per hari.Menurut anda fenomena apakah ini?
apakah ini merupakan sebuah tanda bahwa pariwisata bali telah dan akan terus membaik kembali kepada situasi “golden era” pariwisata sebelum beberapa kejadian “kemarin”, mudah-mudahan saja ini sebuah indikator . Mudah-mudahan juga kita tidak terlena dan tetap waspada dan terus meningkatakan kewaspadaan karena pariwisata sangat peka dengan isu-isu keamanan, seperti kita ketahui bersama di bali,kita tidak punya tambang emas, tembaga, minyak atau bahan mineral lain

dan juga kita tidak punya pabrik-pabrik besar sebagi tumpuaan perekonomian kita,tempat mencari penghidupan, Bali sangat tergantung pada bisnis pariwisata “smiling Industry” mari kita jaga bersama, suksma….

Daftar pustaka http://sieztha.wordpress.com/2007/01/30/tanah-lot-bali/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: